Slimming | Detox | Rejuvenation
5 Jenis Lemak dalam Tubuh yang Membuat Tubuh Cepat Kurus

5 Jenis Lemak dalam Tubuh yang Membuat Tubuh Cepat Kurus

Diet (Body Slimming) tak lepas dari obrolan tentang lemak. Karena pada dasarnya tujuan melakukan diet adalah transformasi tubuh “terbebas” dari lemak agar bisa terlihat seperti Ariel Tatum

Terlepas dari reputasi buruknya, tak semua lemak itu jahat untuk tubuh. Beberapa jenis lemak memiliki fungsi yang tak bisa dilakukan oleh bagian tubuh yang lain. Ia dapat menyimpan energi, melindungi organ vital tubuh, hingga berguna untuk aspek metabolisme dasar tubuh.

Alix Woods, ahli nutrisi dari itsu di Inggris mengungkapkan kalau secara garis besar jenis-jenis lemak tubuh adalah Brown FatBeige FatWhite Subcutaneous FatSubcutaneous Fat (SF) dan Visceral Fat. “Secara umum, lemak yang berwarna gelap adalah yang ‘lemak baik’, sedangkan lemak yang berwarna lebih terang adalah jenis lemak yang akan menumpuk di tubuh ketika kamu tak mengonsumsi makanan sehat dan mengadopsi gaya hidup sehat,” tutur Alix. Jenis lemak ini juga dapat menimbulkan masalah kesehatan.
Berikut penjelasan mengenai beberapa jenis lemak tersebut.

1. Brown Fat

Ini adalah “lemak baik” yang menyediakan energi pada tubuh. Lemak ini bisa “memakan” lemak jahat, sehingga membantu menurunkan berat badan tubuh.
Brown Fat, yang juga dikenal dengan Brown Adipose Tissue (BAT), berfungsi untuk menjaga suhu tubuh dan dapat ditemukan di area belakang leher serta dada. Selain itu, lemak yang satu ini juga membantu menurunkan resiko diabetes.
Kadar Brown Fat tubuh bisa ditingkatkan dengan cara mengonsumsi makanan sehat (apel), makan suplemen, dan mengubah gaya hidup. Berada di suhu udara yang dingin juga dapat menstimulasi White Fat menjadi Brown Fat.

2. Beige Fat

Ini adalah kombinasi dari White Fat dan Brown Fat. Lemak ini dapat ditemukan di tulang belakang hingga tulang leher.
Dengan berolahraga, tubuh akan mengeluarkan hormon irisin yang dapat mengubah White Fat menjadi Beige Fat. Makanan tertentu, khususnya anggur, juga dapat menghasilkan efek yang sama seperti ketika berolahraga.

3. White Subcutaneous Fat

Lemak ini menyimpan kalori dan memproduksi adiponektin, protein hormon yang membantu liver dan otot untuk mengatur kadar insulin. Insulin sendiri adalah hormon alami pengatur glukosa atau gula yang sangat penting dalam hal level energi tubuh. Nah, lemak ini yang membantu gula darah stabil dan menjaga kadar White Fat tubuh.
Masalah akan timbul ketika ada terlalu banyak White Fat, sehingga tubuh mengeluarkan hormon adiponektin secara berlebihan yang kemudian membuat metabolisme tubuh melambat. Saat itu terjadi, berat badan pun bertambah. Hal ini akan terlihat terutama di area pinggul, paha, dan perut. Area yang seperti sudah diketahui jadi paling “bandel” ketika menurunkan berat badan.

4. Subcutaneous Fat (SF)

Kalau yang satu ini letaknya ada di bawah kulit, dan menjadi lemak yang diukur untuk mengetahui besarnya Body Fat tubuh. Lemak ini ada di seluruh tubuh, tapi khususnya ada di bagian belakang lengan, paha, dan pantat.
Yang harus dihindari adalah kelebihan kadar SF di sekitar perut untuk mencegah risiko kesehatan jangka panjang seperti diabetes, penyakit jantung, dan obesitas.
SF juga memproduksi hormon estrogen, baik pada pria ataupun wanita. Kalau tubuh kelebihan estrogen, hormon tersebut akan jadi hormon dominan dan menyebabkan kenaikan berat badan yang meningkatkan risiko obesitas, penyakit jantung, diabetes, dan kanker.

5. Visceral Fat

Ini adalah lemak yang lebih ‘berbahaya’ di sekitar organ perut. Lemak inilah yang kemungkinan besar membuat perut membuncit atau pada kondisi yang lebih serius membuat liver membesar.
Sebenarnya, dalam proporsi yang sehat dan ideal, lemak di area perut penting untuk kesehatan tubuh secara keseluruhan. Ia dapat melindungi organ-organ vital di bagian abdominal serta membantu menjaga suhu tubuh stabil. Namun, kelebihan lemak di area tersebut adalah hal yang patut dikhawatirkan. Sebab, kondisi ini yang jadi salah satu penyebab meningkatnya kolesterol darah, penyakit jantung, diabetes tipe 2, serta kanker.

Cara Ampuh Menghilangkan Lemak Membandel di Tubuh

  1. Konsumsi makanan gandum utuh dan protein tanpa lemak, terutama yang sayur dan buah yang punya kadar Indeks Glikemik (IG) rendah. Sehingga, level gula darah tetap terjaga.
  2. Hindari konsumsi karbohidrat sederhana dan ganti dengan karbohidrat kompleks. Makanan karbohidrat sederhana berwarna putih, sedangkan karbohidrat kompleks berwarna kecoklatan.
  3. Olahraga 30-45 menit, tiga kali dalam seminggu.
  4. Makan dengan porsi yang sedikit, tetapi sering. Konsumsi camilan yang punya kandungan protein, sehingga setiap hari makan 5-6 porsi kecil makan.
  5. Lakukan dua sesi latihan resistensi (angkat beban) di luar hari olahraga rutin.

Opsi tambahan, ketika tidak sedang berolahraga, bisa mengonsumsi makanan yang direbus, perbanyak minum air putih, dan minum teh herbal.

sumber : http://www.cosmopolitan.co.id/article/read/8/2018/14465/mau-cepat-kurus-ketahui-dulu-5-jenis-lemak-dalam-tubuh