Slimming | Detox | Rejuvenation
5 Jenis Diet dan Konsumsinya

5 Jenis Diet dan Konsumsinya

Biasanya setelah liburan, berat badan jadi naik. Selama liburan kita berburu kuliner khas yang enak-enak, tanpa memikirkan besaran kalori yang masuk ke dalam tubuh. Agar angka timbangan kembali normal, salah satu yang bisa dilakukan adalah menerapkan pola makan sehat dan diet sesuai kebutuhan. Misalnya dari lima jenis diet populer untuk bakar lemak di bawah ini.

1. Diet mayo

Konsep penurunan berat badan pada diet mayo adalah dengan membatasi konsumsi garam dalam jumlah sangat kecil. Sifat garam yang mengikat air biasanya menyebabkan bloating atau pembengkakan dalam tubuh.

Dengan tidak mengonsumsi garam, maka air akan lebih cepat keluar dan menyebabkan kita sering buang air kecil. Diet mayo tak hanya fokus pada pemangkasan konsumsi garam, tetapi juga kalori dari karbohidrat dan lemak.

Biasanya batas kalori yang masuk tidak kurang dan tak lebih dari dari 1.200-1.800 kalori per hari. Model diet ini tidak disarankan berlangsung dalam jangka panjang, biasanya dilakukan hanya dalam 13 hari.

Alasannya, diet mayo memangkas kalori yang cukup ekstrem dan membatasi jenis gizi tertentu. Saat kekurangan karbohidrat yang merupakan sumber energi utama, tubuh biasanya mengambil energi dari lemak.

Namun jika hal ini berlangsung lama, tubuh akan membakar protein sebagai energi dan dapat berimbas pada penurunan massa otot. Karena itu, asupan makanan yang seimbang jadi kunci utama diet ini berhasil.

Saat ini sudah banyak katering yang menyediakan menu khusus diet mayo selama 13 hari. Biasanya makanan diolah dengan cara dikukus atau panggang dan sudah sesuai jumlah kalorinya dengan berat badanmu.

Makanan yang harus dihindari:

  • Garam
  • Makanan olahan dengan sodium tinggi (sosis, nuget, mie instan, makanan cepat saji, dan lain-lain)
  • Makanan dengan karbohidrat sederhana (nasi, gandum, roti tawar, dan lain-lain)
  • Makanan yang digoreng atau tinggi lemak

Makanan yang dianjurkan:

  • Sayuran hijau tinggi serat
  • Buah segar
  • Sumber protein (daging, ikan, telur)

2. Diet keto

Kebalikan dari diet mayo, diet keto adalah pola makan tinggi lemak dan rendah karbohidrat. Tujuannya supaya tubuh berada dalam kondisi ketosis, sehingga memanfaatkan lemak sebagai sumber energi pengganti karbohidrat.

Diet keto standar menerapkan pola makan dengan perbandingan konsumsi lemak 75 persen, protein 20 persen, dan karbohidrat 5 persen. Namun, lemak yang dimaksud di sini adalah lemak baik ya, bukan berasal dari proses penggorengan atau minyak yang sudah diproses.

Karena membatasi jumlah gizi tertentu dengan ekstrem, diet keto baiknya dilakukan selama 2-3 pekan dengan batas maksimal 6-12 bulan. Fungsinya mengurangi jumlah lemak dalam tubuh, bukan mengubah pola makan atau bahkan pola hidup. Dikhawatirkan pola makan tersebut dapat memicu penyakit serius kalau dilakukan dalam jangka panjang.

Makanan yang harus dihindari:

  • Kacang dan biji-bijian
  • Umbi-umbian (kentang, ubi, wortel)
  • Makanan dengan karbohidrat sederhana (nasi, pasta, sereal, produk gandum, dan lain-lain)
  • Sumber lemak jenuh (gorengan, fast food, mayones, dan lain-lain)
  • Minuman beralkohol

Makanan yang dianjurkan:

  • Produk daging (daging, ayam, kalkun, sosis, steik, dan lain-lain)
  • Alpukat (dimakan langsung atau diolah tanpa gula)
  • Rempah-rempah alami (merica, garam, pala, kemiri, dan sebagainya)
  • Telur, terutama yang mengandung omega 3
  • Minyak organik (olive oil, minyak alpukat, minyak kelapa)
  • Kacang dan biji-bijian (almond, wijen, chia dan biji labu)
  • Ikan tuna, salmon, makarel
  • Krim, mentega, dan keju.
  • Sayuran rendah karbohidrat dan tinggi serat (sayuran hijau, tomat, bawang, cabai, dan lain-lain)

3. Diet shake

Diet shake sebenarnya bukan pola diet utama. Minuman protein hanya berfungsi sebagai pelengkap kebutuhan gizi harian, bukan sebagai pengganti asupan makanan atau gizi yang harusnya kamu konsumsi.

Minuman protein shake akan memberikan rasa kenyang lebih lama, karena tinggi protein dan rendah lemak. Sehingga bisa jadi pilihan alternatif saat kamu tidak sempat sarapan atau masih lapar setelah makan malam.

Pada tahun 2010, ada sebuah penelitian yang menunjukkan jika konsumsi minuman shake yang mengandung nutrisi makro esensial dapat cukup efektif. Total 93 persen partisipan dengan obesitas mengaku shake dapat membantu mereka menurunkan berat badan.

Namun, usaha dietmu akan tetap sia-sia tanpa diimbangi pola makan seimbang 4 sehat 5 sempurna, konsumsi air putih yang cukup, dan olahraga.

4. Diet paleo

Paleo diet berkiblat pada kebiasaan makan nenek moyang kita di masa Paleolitik, yakni sekitar 2,5 juta sampai 10 ribu tahun lalu. Karenanya diet ini disebut juga sebagai diet manusia purba atau caveman diet.

Sang penggagas, Loren Cordain, mengemukakan dalam bukunya yang berjudul “The Paleo Diet” mengikuti pola makan seperti nenek moyang akan mengurangi risiko kegemukan. Selain itu, risiko penyakit kronis seperti diabetes, obesitas, atau sakit jantung pun menipis .

Inti dari diet ini adalah kembali ke metode mendapatkan makanan secara alami, bukan makanan yang telah diolah dengan sistem modern. Contohnya konsumsi buah dan sayuran segar, daging segar, dan menghindari makanan kemasan atau olahan.

Diet ini tidak memiliki pantangan jumlah makanan yang harus kamu konsumsi. Meski begitu, tentunya cukup berat menjalani diet paleo untuk pertama kali karena keterbatasan jenis makanannya.

Biasanya di awal, seseorang melakukan diet paleo hanya empat hari sepekan, sedangkan sisanya makan bebas. Setelah tubuh beradaptasi, barulah mengurangi intensitas dietnya.

Makanan yang harus dihindari:

  • Kacang dan biji-bijian (lentil, kacang tanah, dan kacang polong)
  • Gandum
  • Minyak yang sudah banyak diproses seperti minyak kanola
  • Oat dan barley
  • Susu maupun produk olahan susu
  • Kentang
  • Garam
  • Gula halus

Makanan yang dianjurkan:

  • Ikan, terutama yang tinggi omega 3 (tuna, salmon, makerel)
  • Sayuran segar
  • Buah-buahan segar
  • Daging tanpa lemak
  • Minyak dari buah dan kacang-kacangan (olive oil, minyak kenari, minyak kelapa)
  • Biji-bijian dan kacang-kacangan kecuali lentil, kacang tanah, dan kacang polong
  • Telur

5. Intermittent diet

Intermittent diet atau Intermittent fasting kerap disebut sebagai diet puasa karena pola waktunya yang mirip. Daripada jenis makanan, diet ini lebih fokus pada pengaturan waktu makan.

Ada banyak metode untuk menjalani intermittent diet, tapi yang paling populer adalah “the 16/8”. Metode ini membagi waktu berupa 16 jam berpuasa, yang artinya kamu hanya diperbolehkan makan sangat sedikit atau bahkan sama sekali tidak makan. Namun, dalam rentang tersebut tetap diperbolehkan minum.

Selain itu, waktu 16 jam bisa kamu tentukan sendiri dan disesuaikan kemampuan. Sedangkan, 8 jam sisanya, kamu diperbolehkan makan apa saja karena tidak ada yang mengatur jenis makanan apa yang harus dikurangi.

Misalnya, kamu berhenti makan pada pukul 20.00 malam hari, berarti waktu kamu bisa makan kembali adalah pukul 12.00 siang.

Intermittent diet punya banyak manfaat selain menurunkan berat badan, di antaranya meningkatkan daya tahan tubuh, melindungi otak dari potensi penyakit alzheimer dan demensia, hingga meningkatkan fungsi kognitif.

Dari lima jenis diet di atas, kira-kira mana yang paling cocok denganmu?

Sebelum memulai diet, jangan lupa menyesuaikan polanya dengan kondisi kesehatanmu ya, terutama jika kamu memiliki riwayat penyakit khusus seperti penyakit lambung, diabetes, hingga penyakit jantung.

sumber :
https://www.idntimes.com/food/diet/putriana-cahya/jenis-diet-yang-efektif-dilakukan-setelah-liburan/full